Arsenal Sukses Menghajar Molde 4-1

Arsenal sukses menghajar Molde dengan skor 4-1 dalam laga matchday 3 fase grup Liga Europa 2020/21 yang dihelat di Emirates Stadium, Jumat (6/11/2020) dini hari WIB.

Arsenal sejatinya sempat tertinggal lebih dulu akibat gol Martin Ellingsen. Namun, The Gunners sukses bangkit berkat dua gol bunuh diri yang masing-masing diciptakan Kristoffer Haugen dan Sheriff Sinyan.

Tuan rumah pun sukses menambah dua gol lagi, masing-masing lewat aksi Nicolas Pepe dan Joe Willock.

Berkat hasil ini, Arsenal pun semakin kokoh di puncak klasemen Grup B dengan poin 9, sedangkan Molde masih tertahan di peringkat dua dengan poin 6.

Jalannya Pertandingan
Laga berjalan cukup seimbang di awal babak pertama. Molde sukses mencuri keunggulan lebih dulu lewat aksi Ellingsen pada menit ke-22. Tembakan keras yang ia lepaskan dari jarak jauh tak mampu dijangkau Bernd Leno.

Arsenal baru bisa menyamakan kedudukan di akhir babak pertama. Berawal dari sebuah serangan balik, Eddie Nketiah mengirim umpan silang yang coba dihalau Haugen. Namun, bola justru masuk ke gawang timnya sendiri.

Kembali dari kamar ganti, Arsenal pun semakin bernafsu menggempur pertahanan Molde. Hasilnya, tuan rumah berbalik unggul pada menit ke-62, lagi-lagi berkat gol bunuh diri yang kali ini diciptakan pemain pengganti, Sinyan.

Tujuh menit berselang, Pepe sukses menambah keunggulan Arsenal. Menerima umpan tarik dari Bukayo Saka, winger asal Pantai Gading itu melepas tembakan keras yang tak mampu dihentikan Andreas Linde.

Willock melengkapi kemenangan Arsenal menjadi 4-1 berkat gol yang ia ciptakan pada menit ke-88. Skor ini pun bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Susunan Pemain
Arsenal: Bernd Leno; Ainsley Maitland-Niles (Cedric Soares 63′), Shkodran Mustafi, David Luiz, Saed Kolasinac; Willian (Bukayo Saka 63′), Dani Ceballos, Granit Xhaka (Kieran Tierney 80′), Nicolas Pepe; Joe Willock, Eddie Nketiah.

Molde: Andreas Linde; Henry Wingo, Martin Bjornbak, Stian Gregersen (Sheriff Sinyan 46′), Kristoffer Haugen; Fredrik Aursnes, Magnus Wolff-Eikrem (Ola Brynhildsen 74′), Etzaz Hussain; Martin Ellingsen (Mattias Mostrom 86′), Ohikhuaeme Omoijuanfo (Leke James 74′), Mathis Bolly (Erling Knudtzon 63′).

Livescore Sepakbola

Musim Berganti, Atalanta Tetap Tajam

Atalanta melanjutkan tren positif di pentas Liga Italia musim ini. Dari dua laga awal, Si Biru Hitam menyapu bersih kemenangan dengan catatan selalu mencetak empat gol.

Atalanta memulainya ketika menaklukan tuan rumah Torino 4-2 di pekan pertama Liga Italia pada 26 September lalu.

Hanya berselang lima hari kemudian, giliran tuan rumah Lazio yang mereka permalukan dengan skor 4-1.

Rekomendasi Website Livescore Sepakbola

Dilansir Football Italia, usai pertandingan melawan Lazio, bek Atalanta Hans Hateboer enggan memikirkan timnya sebagai penantang serius peraih Scudetto musim ini.

Menurutnya musim masih panjang. Sehingga terlalu dini bagi Atalanta membicarakan kemungkinan merebut juara Liga Italia dari tangan Juventus.

“[Kemungkinan scudetto] itu terlalu dini untuk dibicarakan,” kata bek asal Belanda ini.

Meski begitu dua pertandingan awal musim ini, setidaknya sudah menunjukkan bahwa kehebatan Atalanta dalam dua musim terakhir bukan suatu kebetulan.

Nerazzurri mampu finish di posisi ketiga di akhir klasemen dua musim berturut-turut 2018/2019 dan 2019/2020.

Siapa lagi kalau bukan Gian Piero Gasperini sebagai pelatih yang mampu menyulap Atalanta dari tim semenjana menjadi tim yang ditakuti di Liga Italia.

Eks pelatih Genoa dan Atalanta itu mampu membuat pemain-pemain yang bukan berstatus bintang bermain sangat baik dan solid.

Tim sekelas Inter Milan saja pernah dibantai Atalanta 4-1 pada musim 2018/2019. Musim lalu giliran rival Inter, AC Milan, yang dicukur Atalanta 5-0.

Bahkan tim kuat Juventus tak mampu mengalahkan Atalanta dan hanya bermain imbang dalam dua laga Liga Italia 2019/2020.

Dengan pemain-pemain medioker justru Atalanta menjadi tim yang sangat produktif di Liga Italia dalam dua musim beruntun.

Di musim 2018/2019, produktifitas Atalanta melewati Juventus. Di musim itu, Atalanta mencetak total 77 gol, sementara Juventus yang keluar sebagai juara hanya mampu mencetak 70 gol.

Pada 2019/2020, Atalanta lebih gila lagi. Duvan Zapata cs mampu mencetak total 98 gol dalam 38 pertandingan, lagi-lagi melewati jumlah 76 gol Juventus yang kembali menjadi juara.